Setelah Masjid Syuhada Jogja DiBom,Kini Giliran Masjid Klaten DiTeror Bom


Masjid yang di bom,Malah Gereja yg diamankan

..gembar-gembor seolah-olah menjelang Natal umat Kristiani terancam dan pengerahan aparat besar-besaran untuk jaga gereja malah justru masjid yang dibom dan umat Islam yang jadi korban..

Terkait dengan teror bom di Masjid Syuhada Yogyakarta, Front Pembela Islam (FPI) meminta densus 88 untuk mengusut tuntas kejadian tersebut.

Masjid Syuhada, Yogyakarta yang dibom pada kamis (23/12/2010) siang /Photo. Tribunnews

Menurut salah seorang ketua Dewan Pengurus Pusat Front Pembela Islam (FPI), Munarman, pihak kepolisian, khususnya densus 88 yang harus mengusut kasus ini.

“Kami minta Densus 88 untuk segera mengusut tuntas teror terhadap umat Islam ini,” kata Munarman dalam pesan singkatnya, Jumat(24/12/2010).

Menurut Munarman, gembar-gembor seolah-olah menjelang Natal umat Kristiani terancam dan pengerahan aparat besar-besaran untuk jaga gereja malah justru masjid yang dibom dan umat Islam yang jadi korban.

Karena itulah, lanjut Munarman pengusutan tuntas peledakan masjid terbesar di Yogyakarta harus dilakukan.

Seperti diberitakan sebelumnya, Masjid Syuhada Yogyakarta diguncang ledakan bom pada Kamis (23/12/2010) siang. Ledakan yang cukup keras tersebut membuat kaget masyarakat yang tengah berada di masjid untuk melakukan shalat.anehnya setelah kejadian pengeboman itu bukanya masjid yg di amankan tapi pihak kepolisian wilayah itu justru semakin sibuk  melakukan pengamanan gereja-gereja .

Setelah Masjid di Yogya di Bom, Kini Giliran Masjid di Klaten Diteror Bom

Setelah Masjid Syuhada Kotabaru Yogyakarta diguncang ledakan bom dua hari menjelang perayaan Natal kemarin, kali ini giliran Masjid At-Ta’awun yang belokasi di jalan Jogya-Solo di teror dengan 2 buah “bom” palsu.

Dua buah benda mencurigakan yang diduga bom rakitan ditemukan tergeletak di kompleks Masjid At-Ta’awun di Jalan Jogja-Solo, Kaliwingko, Desa Banaran, Kecamatan Delanggu, Klaten, pada Kamis (30/12/2010).

Kejadian yang menggegerkan itu membuat ratusan warga langsung berdatangan ke lokasi kejadian.

Dilansir dari Solopos.com penjaga mesjid, Mrajak, 35, warga Kaliwingko, Banaran, Delanggu, mengatakan saat ia sedang bersih-bersih dan membuang sampah di belakang masjid sekitar pukul 05.00 WIB, dirinya curiga melihat onggokan benda dibungkus plastik.  “Benda itu tergeletak di emperan masjid di dekat tempat penyimpanan keranda mayat,” jelasnya di lokasi pada wartawan.

Mulanya, saksi mengira barang itu milik jemaah yang ketinggalan. Sebab sebelumnya ada rombongan bus yang singgah untuk Salat Subuh. Penasaran, Mrajak mengecek barang itu. Dia bercerita, plastik itu berisi kaleng wafer yang tersambung dengan kabel dan ada jamnya. Menurutnya, jarum jam pada rangkaian benda itu terlihat masih bergerak.

Khawatir terjadi sesuatu, saksi melaporkan temuannya kepada ketua takmir masjid setempat yang diteruskan ke kepolisian. Beberapa saat kemudian, aparat Polres Klaten dipimpin Kapolres AKBP Agus Djaka Santosa datang ke lokasi. Tim Jihandak pun didatangkan untuk mengevakuasi benda mencurigakan tersebut.

Terdengar dua kali bunyi dentuman saat tim Jihandak meledakkan benda mencurigakan itu. Sebelum melakukan peledakan, tim memperingatkan warga agar menjauhi lokasi.(Sumber VOA ISLAM)

Iklan
By Tyang Ndusun

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s