Nikah Sesama Jenis Dilegalkan, Kaum Homoseks New York Berpesta Pora

ISTIQOMAH NEWS:   Menyusul pidato Presiden AS Barack Obama yang menyatakan dukungannya terhadap persamaan hak-hak kaum homoseksual atau gay, Gubernur New York, Amerika Serikat Andrew Cuomo menandatangani RUU yang melegalkan pernikahan gay.  Kaum gay pun berpesta pora, bersorak-sorai dan berjoged di jalan-jalan New York City. Baca lebih lanjut

By Tyang Ndusun

Kebiadaban Densus 88, keterpurukan pemerintah korup


ISTIQOMAH NEWS: Di tengah hingar bingarnya berita suap, korupsi yang menerpa para petinggi partai Demokrat; Densus 88 kembali mempertontonkan kebiadabannya kepada publik tanah air. Densus 88 menangkap seorang tersangka teroris bernama Untung Budi Susanto (43) pada hari Minggu (12/6) di Bandung. Saat ditangkap, Untung dalam kondisi  sehat. Baca lebih lanjut

By Tyang Ndusun

Diskriminasi Hukum: Terdakwa Teroris Divonis Berat, Koruptor Dilindung

ISTIQOMAH NEWS: Para terdakwa teroris selalu diganjar hukuman berat, rata-rata di atas 10 tahun penjara. Sementara terdakwa koruptor, hampir tak ada yang dihukum lebih dari 10 tahun. Isu pemberantasan terorisme menjadi tren global, sedangkan permainan politis saling melindungi politisi dan pejabat negara yang korup. Baca lebih lanjut

By Tyang Ndusun

Innalillahi, dakwaan primer tak terbukti, Ustadz Abu divonis 15 tahun penjara

 

ISTIQOMAH NEWS: Amir Jamaah Ansharut Tauhid (JAT), Ustadz Abu Bakar Ba’asyir dijatuhkan vonis 15 tahun penjara.  Sebelumnya Ustadz Abu dijerat tujuh pasal berlapis, pasal terberat adalah pasal 14 juncto pasal 9 UU tentang pemberantasan tindak pidana terorisme, namun dakwaan ini tidak terbukti dalam persidangan.

Dalam dakwaan primer, hakim menyatakan tidak terbukti. “Tidak terbukti sah dan menyakinkan melakukan tindak pidana sebagaimana yang didakwakan. Membebaskan Abu Bakar Baasyir dari dakwaan primer tersebut,” ujar Herry Swantoro, Ketua Majelis Hakim dalam sidang pembacaan vonis di PN Jaksel, Jl Ampera Raya, Kamis (16/6/2011) seperti yang dilansir detikcom.

Ustadz Abu menolak keputusan hakim dan tim pengacara mengatakan mereka menyatakan banding.  Di akhir sidang, Ustadz Abu menyampaikan di hadapan majelis hakim bahwa ia menolak keputusan hakim karena hanya berdasarkan undang-undang thagut dan mengesampingkan hukum Allah, “haram bagi saya untuk menerimanya,” ujar Ustadz Abu.

Sebelumnya, Ustadz Abu dituntut hukuman penjara seumur hidup oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU).  Menurut JPU, Ba’asyir terbukti telah merencanakan dan mengumpulkan dana untuk tindak pidana “terorisme”, dalam hal ini untuk pelatihan militer di Aceh. Dana yang digelontorkan ke Aceh oleh Baasyir disebut jaksa mencapai Rp 1,39 miliar.

Namun Ustadz Abu menyatakan bahwa pelatihan militer di Aceh merupakan I’dad, sebuah bentuk ibadah, bukan perbuatan terorisme seperti yang dituduhkan JPU.  (arrahmah.com)

By Tyang Ndusun