“SALAFY” berulah lagi


klaten
ISTIQOMAH NEWS: Tak bosan-bosannya para jama’ah yang mengaku dirinya salafi selalu mengolok-olok ustadz ataupun aktifis yang bukan golongannya. Selain sering digembar-gembor lewat pangajian yang dipancarkan lewat radio miliknya. Kini mereka telah membuat provokator lewat sebuah sms.

Bunyi dari sms itu sendiri adalah “Alhamdulillah polisi telah membongkar Jama’ah Anshorut Tauhid terlibat teroris, jaga keluarga anda dari pengaruh pondok Al Mu’min Ngruki, Daarus Syahadah Simo, FKAM, MMI, FPI. Mari ikut menyebarkan SMS ini untuk kebaikan dan keamanan umat Islam dan masyarkat secara umum” sedangkan sms yang berikutnya berbunyi “Alhamdulillah Abu Bokir Ba’asyir divonis 15 tahun, semoga Alloh hinakan dedengkot teroris sebagaimana 2 bangkai teroris ditolak warga untuk dikubur di wilayahnya juga seperti bangkai Usamah yang tidak ada satu negeri muslim pun mau menerima. Sebarkan sms ini kalau mau lihat Ali Imron sekarang di TV One yang sudah taubat, jantan, ndak seperti Abu Bokir ndak mau ngakui, pengcut” karena dianggap menyebar fitnah maka pada hari rabu (22/6) DPW FPI Solo dan MMI melaporkan kasus ini ke Polres Klaten. Dan keesokan harinya Kamis (23/6) giliran JAT Jawa Tengah, MMI, FKAM, Perwakilan Pondok Al Mu’min Ngruki mendatangi Mapolres Klaten untuk melaporkan juga masalah ini. Namun sebelumnya para aktivis Klaten yang juga difitnah ini lewat pertolongan Allah mampu melacak dari mana sumber sms itu dan ternyata nomor handphone tersebut atas nama Dian Kurniawan seorang alumnus UGM Yogyakarta. Meski akhirnya mengakui bahwa ia yang menyebarkan sms ini namun ormas Islam yang difitnah tetap melaporkan kepada aparat kepolisian.

Rombongan ditemui oleh Kapolres Klaten AKBP Kalingga RR dan Kasatreskrim serta Kabagop 3 Joko Arif. Dalam audensinya Salman Al Farisy meminta agar kepolisian lebih serius dalam menangani masalah ini” Jangan sampai permasalahan ini menjadi pemicu antar masyarakat” ujarnya. Nur Abdurrahman Ketua MMI Klaten juga menambahkan agar kepolisian juga memantau disetiap kajian orang yang mengaku salafi di Klaten yang sering menggunakan Masjid RSI Klaten.

Sedang Kapolres sendiri terkesan terlalu lamban dalam menangani ini dengan alasan baru berkonsultasi dengan pakar ahli IT. Sebab masalahnya menggunakan teknologi HP dalam menyebar fitnah. “Kami sudah meminta kepada provider ke Telkomsel agar mengeluarkan print out dari nomor yang dibuat untuk menyebar sms tersebut” terang Kapolres yang ternyata orang Solo ini. Semoga dengan kejadian ini orang-orang yang mengaku salafi mau bertobat dan tidak gemar memfitnah para ulama. Sebab bagaimanapun juga ulama adalah pewaris para nabi.(FUJAMAS NET)

Iklan
By Tyang Ndusun

2 comments on ““SALAFY” berulah lagi

  1. jangankan cuma yg disebut ulama, mereka berani memalsu hadits (menurut said ramadhan al buthi) untuk membenarkan pendapat mereka….
    Kepada penguasa mereka siap menjilat….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s