Tokoh Muhammadiyah dan NU Ini Mengaku Pernah Berkunjung ke Iran


Tokoh Muhammadiyah dan NU Ini Mengaku Pernah Berkunjung ke IranISTIQOMAH NEWS: Dua orang tokoh ormas besar di Indonesia yang diundang dalam Idul Ghadhir oleh ormas syiah IJABI mengaku di depan hadirin pernah berkunjung secara langsung ke Iran.

Keduanya adalah KH. Syaifudin Amsir salah seorang ulama asli Betawi yang juga menjabat sebagai Rais Syuriyah PBNU dan Ketua PP Aisyiyah, Prof.Dr.Hj Masyitoh Chusnan.

Dalam hari raya syiah yang dibungkus dengan acara “Seminar Internasional Idul Ghadir” ini mereka datang sebagai pembicara memenuhi undangan Jalaludin Rahmat di Gedung SMESCO, Kav 94. Jakarta Selatan pada Sabtu, 26 Oktober 2013.

Masyitoh Chusnan yang juga menjabat sebagai Rektor Universitas Muhammadiyah Jakarta dalam awal sambutannya memuja Jalaludin Rahmat dengan panggilan ‘Maula’. Ia menyandingkan ‘Maula’ Jalaludin Rahmat dengan ulama sufi, ‘Maula’ Jalaludin Rumi.

“Maula Jalaludin Rahmat, dikenal dengan tulisannya yang berbobot dalam keagamaan,” sanjung Chusnan.

Chusnan juga menceritakan pengalamannya saat berkunjung ke Iran.

“Saya diperjalankanke Iran, bersama perwakilan MUI dan 20 rektor universitas lainnya. Kami banyak menimba pengalaman yang tidak didapati di Indonesia,” ujarnya.

Dalam kunjungan yang disebutnya sebagai kunjungan akademik, ia terkagum-kagum dengan perpustakaan di Iran yang sangat megah, lengkap dan modern. Tak hanya itu, Chusnan juga terheran-heran melihat harga kitab dan buku yang sangat murah, jauh dibawah standar.

“Kami pulang membawa kitab -kitab yang harganya sangat murah. kami jadi berlomba-lomba untuk membeli sebanyak-banyaknya untuk dibawa pulang ke Indonesia,” tuturnya berapi-api.

Terakhir, perempuan berkerudung hijau ini menyampaikan pidatonya yang memuja Ali dan Ahlul Bait. “Ali lahir di dalam Ka’bah yang menjadi pusat  umat Islam. Ali adalah lambang pemersatu umat,” serunya.

“Semoga Allah mengasihi mereka, para Ahlil Bait,” tutupnya.

Sementara itu, Rais Syuriyyah PBNU, KH. Syaifudin Amsir juga menegaskan pengakuannya kepada hadirin bahwa dirinya pernah dikunjungi oleh tokoh Iran paska revolusi pada tahun 1981.

Ia pun turut berkunjung langsung ke negeri Persia berdasarkan undangan pihak kedutaan Iran di Indonesia.

“”Saat saya diundang ke Iran saya bertemu dengan banyak ulama dari sunni dan syiah,” ujarnya.(KIBLAT.NET)

Iklan
By Tyang Ndusun

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s