Mantan Ketua MK: Tak Ada Parpol yang Mewakili Aspirasi Rakyat


ISTIQOMAH NEWS: Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi, Mahfud MD mengatakan bahwa politik yang hanya di monopoli oleh segelintir orang harus diakhiri. “Politik oligarki yang terjadi di pemerintahan harus dihentikan,” kata Mahfud MD, di Cirebon, Selasa (18/2/2014) lalu seperti dilansir Antara. Guru besar hukum tata negara ini mengatakan, politik oligarki hanya melahirkan siklus buruk dalam dunia perpolitikan. Dari oligarki ini lahirlah politik transaksi, dan transaksi melahirkan oligarki. Maka tak heran jika banyak parpol yang tidak membela kepentingan rakyat, sebab petinggi parpol hanya bekerja untuk dirinya sendiri. “Hampir tak ada partai politik yang benar-benar mewakili aspirasi rakyat,” tegasnya. Politik oligarki adalah sistem politik yang membuat proses pengambilan keputusan-keputusan penting dikuasai elit penguasa parpol (partai politik) semata. Itulah mengapa, jabatan pimpinan parpol jadi rebutan banyak pihak, bahkan dengan konsekuensi mengeluarkan modal yang sangat besar. …Hampir tak ada partai politik yang benar-benar mewakili aspirasi rakyat… Menurut dia, jabatan-jabatan di parpol saat ini banyak tersandera politik uang. Calon Legislatif (Caleg) misalnya, harus memiliki dukungan dana dari “pemodal”-nya. Dan jika nanti terpilih, maka kepentingan “pemodal” wajib dan harus diwujudkan, baik berujung terjadinya korupsi atau pengambilan kebijakan elit parpol tersebut yang memihak kepada “pemodal”-nya. Politik oligarkhi seperti itu, lanjut Mahfud, menyebabkan aspek pembangunan hukum berjalan timpang, baik dari substansi hukum (perundangan) maupun struktur hukum (aparat penegak hukum). Apalagi, kebobrokan akan kondisi hukum di Indonesia sudah sangat mengkhawatirkan. Pengadilan yang harusnya menjadi tempat masyarakat untuk mencari keadilan, malah dicederai tindakan korup para penegak hukum. Hal ini terlihat dari mantan Ketua MK, Akil Mochtar, yang ditangkap basah karena suap Pilkada Gunung Mas, Kalimantan Timur, dan Kabupaten Lebak, Banten, beberapa waktu lalu. “Itu baru terjadi di Indonesia, di negara lain nggak ada, itu akibat produk oligarkhi politik,” ujarnya -(KOMPAS ISLAM)

Iklan
By Tyang Ndusun

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s