MUI Riau Tangkap Penyebar Ajaran Syiah


MUI Riau Tangkap Penyebar Ajaran SyiahISTIQOMAH NEWS: Seorang bernama Syawal dipanggil Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kepulauan Meranti, Provinsi Riau dan diminta bertaubat, setelah secara terang-terangan menyebarkan selebaran yang berisi ajakan untuk mengikuti sekte sesat Syiah. Dalam selebaran yang banyak disebarkan di masjid-masjid di kota Selatpanjang itu Syawal secara terang-terangan mencantumkan nama dan nomor teleponnya.

Ketua MUI Kepulauan Meranti, Nizam Munadi, menjelaskan bahwa selain diminta bertaubat kembali ke Islam, Syawal juga disumpah untuk tidak lagi mengajarkan maupun menyebarkan ajaran Syiah.

Nizam menceritakan, pihaknya sudah memantau aktivitas Syawal sejak lama. Ketika melancarkan aksinya menyebarkan selebaran di Masjid Agung, di Jalan Siak, Selatpanjang, ia ditangkap oleh petugas MUI.

“Kamis (08/05) malam, kita panggil saudara Syawal dan minta dia bersumpah untuk tidak mengajarkan lagi mazhab Syiah di Kepulauan Meranti dan minta dia kembali ke Islam yang sesungguhnya,” kata Nizam sebagaimana dilansir harian onlain lokal, GoRiau.com.

Sumpah tersebut dilakukan di kediaman Ketua MUI Kepulauan Meranti, juga disaksikan pihak Kementerian Agama setempat, Ketua Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR), Ketua Masjid Agung, dan masyarakat.

Sementara itu, seorang muslim Selatpanjang yang enggan disebutkan namanya menceritakan, awalnya ia mendapat selebaran tersebut dari seorang teman yang menemukannya di sebuah masjid Kota Selatpanjang.

Penemuan tersebut tak pelak mengagetkan mereka dan menjadi bahan pembicaraan. Mereka pun segera melacak keberadaan Syawal dari nomor telepon yang tercantum di dalam selebaran tersebut.

“Kita ketemu dengan saudara Syawal di rumahnya. Kita sempat berbincang, dan memang mazhab yang diajarkannya itu sesat,” ujarnya.

Dia juga menambahkan, seluruh umat muslim di Selatpanjang maupun Kepulauan Meranti termasuk pemerintah daerah harus menganggap ini adalah permasalahan serius. Jangan sampai terperdaya dan tertipu dengan ajaran yang berkedok agama Islam.

“Ini masalah Akidah, bukan lagi perbedaan pendapat biasa. Ajaran ini sesat, Pemda harus turun tangan agar umat tidak sesat,” tuturnya khawatir.

Keberadaan Syawal sendiri saat ini masih dalam pemantauan pihak MUI Kepulauan Meranti. “Saat ini kita masih tetap memantau, sehingga ajaran sesat ini tidak lagi menyesatkan masyarakat. Dia mengaku sudah taubat, dan kita juga sudah berkoordinasi dengan pihak Polres,” jelas Nizam saat dikonfirmasi wartawan. [KIBLAT NET]

By Tyang Ndusun

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s