Di Negeri Syiah Iran, Menegakkan Sholat Jum’at dan Idul Fitri Versi Sunni Bisa Ditangkap


Di Negeri Syiah Iran, Menegakkan Sholat Jum’at dan Idul Fitri Versi Sunni Bisa DitangkapISTIQOMAH NEWS: Di negeri pusat perkembangan ajaran agama Syiah, Iran, hanya menegakkan praktik keagamaan Islam (maksudnya Ahlus Sunnah) di tengah-tengah masyarakatnya bisa dianggap sebagai propaganda untuk memerangi agama resmi negara, yakni Syiah.

Hal tersebut tergambar jelas dalam fenomena memprihatinkan baru-baru ini yang menimpa empat orang Muallaf Sunni,  yakni Haider Sayahi, Hamed Sayahi, Jafar Sayahi dan Tofiq Magtai Zadeh, seperti yang dituturkan oleh aktivis Gerakan Kampanye Internasional untuk Tahanan Sunni di Iran, Senin (19/5/2014).

Mereka ditangkap dan dijebloskan ke dalam penjara hanya karena tempat tinggalnya menjadi tempat mengaji dan beribadah umat Islam Ahlus Sunnah.

Menurut surat dakwaan Pengadilan Revolusioner Ahwaz, Iran, yang dipublikasikan oleh Kantor Berita al Arabiyya cabang Farsi, diklaim bahwa keempat orang tersebut “terlibat dalam propaganda melawan agama resmi negara”, yaitu Syiah.

Mereka diduga membentuk sebuah kelompok “dengan dalih mengadakan pertemuan di rumah untuk membaca al Qur’an dan sholat berjamaah”.

Dakwaan itu lebih lanjut menyatakan bahwa orang-orang itu “terlibat dalam propaganda melawan negara” berupa “melakukan sholat Jum’at dan sholat Idul Fitri menurut metode Sunni; dan (merayakan Idul Fitri) pada hari yang sama dengan Idul Fitri di Arab Saudi”.

Pengadilan juga menyebutkan penemuan buku dan selebaran tentang Islam Sunni, yang diklaim “mengandung bahan pengajaran sekte Wahabi”, dalam upaya rezim Iran untuk membenarkan penahanan keempat Muallaf Sunni tersebut.

Pihak berwenang Iran kini secara rutin telah menggunakan istilah-istilah seperti “sekte Wahhabi” dan “Salafiyyah” dalam menindak umat Islam Ahlus Sunnah disana. Terkesan sebagai ejekan, dan tujuan di baliknya adalah sebagai upaya untuk mempengaruhi opini publik masyarakat terhadap Ahlus Sunnah.

Untuk lebih jelasnya, berikut ini terjemahan teks Surat Dakwaan tersebutm sebagaimana yang telah di terbitkan oleh Al Arabiyya Farsi.

 

 

Dakwaan penahanan ini datang, karena perubahan agama mereka berorientasi terhadap Islam Sunni serta sekte Wahhabi; (seperti yang telah disebutkan dalam kalimat sebelumnya); yaitu dengan membentuk kelompok dan masyarakat di berbagai daerah di kota Ahwaz, terutama di daerah Zargan dengan dalih mengadakan pertemuan di rumah untuk membaca al Qur’an dan menegakkan Sholat; juga melakukan Sholat Jum’at dan Sholat Idul Fitri menurut metode Sunni; dan merayakan Idul Fitri pada saat yang sama seperti yang diumumkan di Arab Saudi; di daerah tertentu. Orang-orang ini telah terlibat dalam propaganda melawan agama resmi negara (Syiah), dan telah menciptakan keraguan dalam keyakinan keagamaan masyarakat.

Menurut Markas Keamanan Abu Fadl al Abbas di Ahwaz, orang-orang ini juga berkomunikasi dengan tokoh Sunni (Salafi seperti yang disebutkan dalam kalimat tersebut) di provinsi Barat dari negara Kurdistan; lalu mendorong dan membujuk aksi serupa di wilayah lain; kemudian menyediakan buku-buku dan selebaran yang berisi bahan-bahan pendidikan tentang sekte Wahhabi dan menyebarkan ajarannya ke Ahwaz ; orang-orang ini tela terlibat dalam propaganda melawan agama resmi negara.

Muslim Ahlus Sunnah Iran sholat berjama'ah di dalam penjara

Atas hal ini, pengadilan setelah memperhatikan berbagai laporan Intelijen dan melakukan penyelidikan ekstensif. Dan mengingat sesi pengajaran dan upacara keagamaan yang diadakan menurut metode Sunni, yang berarti bahwa itu sebenarnya adalah tujuan propaganda, dan juga penemuan buku dan selebaran yang relevan dengannya, maka para terdakwa telah terbukti bersalah.

Dan dokumen untuk catatan sementara hukuman yang sesuai dengan Pasal 500 dari KUHP tahun 1996, buku dan selebaran yang ditemukan tersebut dianggap sebagai alat untuk melakukan kejahatan, oleh karena itu setiap terdakwa harus dijatuhi hukuman penjara selama satu tahun.

Selain itu , sesuai dengan jenis kejahatan yang dilakukan, juga kondisi dan karakteristik dari terdakwa. Dikutip  hukuman dari Pasal 23 UU Pidana Iran Kode 2009, untuk melarang partisipasi mereka dalam berkomunikasi dengan Salafi Wahabi dan unsur-unsurnya, dan berpartisipasi dalam pertemuan-pertemuan mereka . Selanjutnya, mereka diwajibkan untuk mendatangi masjid-masjid dan tempat-tempat religius Syiah, dan berpartisipasi secara aktif terlibat dalam upacara keagamaan mereka, dengan persetujuan dari komunitas imam Syiah dan otoritas lokal, dan melaporkan aktivitas reka meselama dua tahun[arkan/ dbs]

By Tyang Ndusun

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s