Menengok Keseharian Penjara Daulah Islam Iraq dan Syam yang Mendidik Tahanan Menjadi Baik


BoOK0eBCMAAlu-EISTIQOMAH NEWS: Kantor berita Wilayah Halab pada hari Kamis kemarin (22/5/2014) mengajak kita berjalan-jalan menengok penjara Daulah Islam Iraq dan Syam di Distrik Jarabulus, bernama “Sijn Ishlah”, pinggiran Timur Aleppo.

Cukup dengan melihat dua buah foto yang dipublikasikan kala itu, kita bisa menyaksikan kebaikan menyelimuti seisi ruang penjara. Tak nampak ekspresi tersiksa pun tertekan dari raut muka para tahanan.

Mereka tengah asyik menyaksikan video-video rilisan resmi Departemen Media al Furqon dan al I’tishom, Daulah Islam Iraq dan Syam.

Bertindak sebagai penjaga penjara, tak membutuhkan sosok-sosok lelaki dewasa bertubuh kekar, berotot besar, pun berperangai kasar sebagaimana penjara pada umumnya. Penjara Daulah Islam hanya dikawal oleh sekelompok Mujahid Cilik berusia remaja.

Penjara-penjara Daulah Islam memang dikenal tak menyeramkan. Mujahidin berupaya keras memperlakukan para tahanan dengan baik dan penuh adab sesuai arahan syari’at Islam yang hanif.

Dalam laporan-laporan sebelum ini, sejumlah aktivis yang hidup langsung di tengah-tengah Daulah Islam telah memberikan kesaksian bagaimana penjara-penjara tersebut mampu mendidik para penghuninya menjadi lebih baik.

“Aku punya saudara yang dipenjara oleh Daulah Islam setelah ia diadukan oleh kedua orang tuanya lantaran ia bersikap durhaka dan memiliki akhlak buruk,” kata Abu Usamah asy Syami, penduduk asli Suriah, melalui sayap media Turjuman as Sawirty.

“Ternyata setelah keluar sifatnya berubah 180 derajat, menjadi seseorang yang rajin beribadah dan taat kepada orang tua.”

Di sebuah kesempatan lain, seorang wartawan Turki bersaksi ketika ia mengunjungi salah satu penjara sipil Daulah Islam. Tidak ada satupun tawanan perang mendapat siksaan dan tidak terdapat pada tubuhnya bekas-bekas siksaan sedikitpun.

Baru-baru ini, Daulah Islam juga telah membebaskan 13 anggota kelompok milisi pengkhianat dan pemberontak Liwa Tsuwar Raqqa yang menebarkan teror pembunuhan di tengah penduduk sipil Raqqa.

Mereka dilepaskan setelah menyatakan taubat, berlepas diri dari kelompoknya, dan terbukti belum melakukan pembunuhan terhadap penduduk sipil maupun Mujahidin. Sementara itu bagi mereka yang pernah terlibat dalam pembunuhan akan dijatuhkan hukum qishosh.

Sebagai catatan, Liwa Tsuwar Raqqa adalah salah satu kelompok revolusioner yang terlibat dalam aksi penyerangan pertama kali terhadap markas-markas Daulah Islam di Raqqa di bulan Januari 2014.

Ia juga menjalin kerjasama jahat dengan Milisi Komunis PKK-YPG menyerang desa-desa dan kota-kota kaum muslimin Ahlus Sunnah.(SHOUTUSSALAM)

By Tyang Ndusun

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s