Jika Terpilih, Pemerintahan Jokowi-JK akan Larang Perda Syariat


ISTIQOMAH NEWS: Jika terpilih pada pemilihan presiden 2014, pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla (JK) tidak akan memberikan izin kepada daerah-daerah untuk mengeluarkan Peraturan Daerah (Perda) yang berbasis syariat Islam.

Hal ini sebagai komitmen Jokowi-JK dalam memberlakukan sistem hukum di pemerintahan nanti.

“Yang jelas kami tidak mendukung perda yang bersifat syariat,” ujar Ketua Tim Hukum dan Advokasi Jokowi-JK, Trimedya Panjaitan di Kantor DPP PDI Perjuangan, Lenteng Agung, Jakarta, Rabu (4/6/2014).

Dia menjelaskan, komitmen itu didasari karena perda yang berbasis syariat Islam bertentangan dengan ideologi yang dianut oleh PDI Perjuangan.

“Ideologi PDIP Pancasila 1 Juni 1945. Pancasila sebagai sumber hukum sudah final,” terangnya.

Trimedya mengatakan, perda berbasis syariat Islam ini bisa mengganggu kemajemukan NKRI.

“Ke depan kami berharap perda syariat Islam tidak ada. Ini bisa mengganggu kemajemukan karena menciptakan pengotak-ngotakan masyarakat,” terangnya.

Untuk itu, PDI Perjuangan terus mensosialisasikan gagasan dari MPR soal empat pilar. Sebab isi dari program empat pilar kebangsaan itu sendiri adalah Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhineka Tunggal Ika.

“Bagi PDIP Pancasila sudah final,” imbuhnya.

Meski begitu, hal ini tidak akan berlaku di wilayah Aceh. Sebab Aceh merupakan wilayah yang memiliki sistem hukum sendiri karena sifatnya daerah istimewa.

“Aceh pengecualian (boleh ada syariat Islam) karena Aceh daerah khusus. Kami memahami kekhususan Aceh. Sama seperti di Papua dan Yogyakarta,” tandasnya. (SUARA ISLAM)

By Tyang Ndusun

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s