TPM Laporkan The Jakarta Post ke Bareskrim Polri


TPMISTIQOMAH NEWS: Tim pengacara Muslim (TPM) resmi melaporkan harian berbahasa Inggris The Jakarta Post ke Badan Reserse Kriminal Mabes Polri dengan tuduhan telah melakukan tindak penghinaan dan penistaan agama.

“Kami melaporkan redakturnya sebagai pihak yang bertanggung jawab dengan Pasal 156a,” kata koordinator TPM Achmad Michdan di Mabes Polri, Jakarta, Selasa (15/7).

Laporan TPM ini, merupakan buntut dari pemuatan karikatur kalimat tauhid dalam sebuah bendera yang di dalamnya terdapat lambang tengkorak oleh The Jakarta Post pada edisi Kamis, 3 Juli. TPM menilai pemuatan karikatur tersebut sudah menistakan Islam.

“Kalimat Laa Ilaha illallah ini kan kalimat tauhid, kalimat yang paling tinggi di dalam Islam, jadi gambar tengkorak begini diidentikan dengan bajak laut. Jadi, menurut hemat kami ini adalah kegiatan-kegiatan yang menodai agama Islam,” ujar Michdan

Dalam pasal 156a, disebutkan barang siapa yang dengan sengaja mengeluarkan pernyataan di depan umum yang bersifat permusuhan dan penodaan terhadap agama diancam dengan pidana lima tahun penjara. Namun, menurut Michdan, pelaporan tersebut bukan semata-mata berupaya menghukum The Jakarta Post, tetapi untuk menegur media agar sensitif dalam pemberitaan masalah agama.

“Persoalan ini bukan persoalan ancaman hukuman, tetapi kita mengingatkan kepada teman-teman media agar dalam hal-hal yang berkaitan dengan agama harus betul-betul secara teliti dan seksama menghindari penodaan agama,” ucapnya.

TPM juga menegaskan, selain melaporkan The Jakarta Post, mereka juga siap mengawal kasus tersebut agar tidak berhenti ditengah jalan.

“Kita akan mengawal kasus ini, apalagi ini kaitan dengan agaman Islam, secara historis nilai-nilai keislaman ikut memprakarsai negara ini hingga merdeka,” ujar Michdan.

“Jadi, jika ke depan kasus ini ada kendala, kita siap memback-up,” tambahnya.

Lebih dari itu, kata Michdan, MUI sudah menyatakan siap mendukung kasus ini dengan menyediakan saksi ahli.

“Kita sudah konsultasi, MUI sedang membentuk tim untuk saksi ahli,” tuturnya.

Dalam laporannya, TPM juga membawa alat bukti berupa koran The Jakarta Post edisi Kamis, 3 Juli tersebut. Selain itu, proses pelaporan juga dihadiri oleh sejumlah ormasi Islam, diantaranya Sekjen FUI Ustadz Muhammad Al Khanththath, ketua Majelis Mujahidin Jabotabek Abu Robbani dan sejumlah aktivis Gerakan Reformis Islam yang langsung dipimpin oleh ketuanya  H.Chep Hermawan.(KIBLAT NET)

By Tyang Ndusun

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s