Obama Dukung Israel, Muslim AS Boikot Bukber Gedung Putih


 ISTIQOMAH NEWS: Di tengah seruan untuk memboikot acara tahunan, Presiden AS Barack Obama telah menyelenggarakan jamuan buka puasa bersama di Gedung Putih. Obama menggunakan acara jamuan makan ini untuk membahas krisis yang berlangsung di Timur Tengah dan menekankan dukungan AS untuk Israel. 

“Bahkan ketika kita merayakan semua yang kita miliki bersama, kita tahu bahwa di berbagai penjuru dunia, kita melihat kekerasan dan teror, dan mereka yang akan menghancurkan daripada membangun,” kata Obama dalam pidato sebagaimana dikutip oleh CNN pada hari Selasa 15 Juli, demikian lansironislam.net.

Dalam acara yang juga dihadiri sejumlah diplomat dari dunia Arab dan Muslim namun diboikot oleh kelompok-kelompok Muslim Amerika, Obama mengatakan dukungan AS kepada Israel, dan memutarbalikkan fakta bahwa Hamas yang menyerang Israel terlebih dulu.

“Sekarang saya akan mengatakan dengan sangat jelas, tidak ada negara dapat menerima roket yang ditembakkan tanpa pandang bulu pada warga. Dan jadi kami sudah sangat jelas bahwa Israel memiliki hak untuk mempertahankan diri tentang apa yang saya anggap serangan yang tidak bisa dimaafkan dari Hamas,” katanya.

Iftar ini diselenggarakan di tengah seruan boikot luas dari masyarakat keturunan Arab-Amerika dan para tokoh Muslim yang berpendapat bahwa Obama telah menyetujui pembunuhan warga Palestina di Gaza yang dilakukan Israel dan memata-matai aktivitas muslim di AS.

Ramah Kudaimi, seorang aktivis yang berbasis di Washington, yang membantu mengatur protes terhadap Jamuan Buka Puasa Gedung Putih, juga telah menyatakan keprihatinan atas kebijakan AS mengenai Gaza dan tindakan NSA memata-matai para pemimpin Muslim Amerika.

“Gedung Putih datang dan mendukung sepenuh hati serangan Israel, mengatakan Israel memiliki hak untuk membela diri, sangat memalukan ketika anak-anak Palestina yang dibunuh,” katanya dalam sebuah wawancara dengan The Huffington Post.

Kudaimi menambahkan bahwa protes itu juga tentang berbagai isu, termasuk Guantanamo, kebijakan drone pemerintahan Obama dan aksi mata-mata yang tidak proporsional yang menargetkan Muslim.

Muslim di seluruh Amerika telah menyatakan keluhan serupa di media sosial selama seminggu terakhir, dengan menggunakan hashtag # WhiteHouseIftar.

Sebuah petisi untuk memboikot acara ini juga telah beredar pada hari Senin dan ditandatangani oleh lebih dari 100 orang.

“Kami adalah sekelompok ulama, advokat, aktivis dan gerakan akar rumput marah dan sangat prihatin dengan kekerasan yang Amerika Serikat telah berkomitmen (untuk mendukung) dengan kedok keamanan nasional,” demikian isi petisi itu. [MUSLIM DAILY]

By Tyang Ndusun

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s