Protes Pernyataan Kontroversial Maulana “Jamaah Oh Jamaah”, Pemuda dan Mahasiswa Islam Geruduk Trans TV


Protes Pernyataan Kontroversial Maulana “Jamaah Oh Jamaah”, Pemuda dan Mahasiswa Islam Geruduk Trans TVISTIQOMAH NEWS: Aliansi Pemuda dan Mahasiswa Islam berencana mendatangi kantor Trans TV untuk meminta klarifikasi terkait ceramah Muhammad Nur Maulana yang menyatakan kepemimpinan tidak perlu dikaitkan dengan agama. Langkah ini dilakukan karena Maulana dinilai sulit diminta klarifikasi sebelumnya oleh berbagai pihak.

“Karena sudah ada di antara jurnalis dari media Islam yang berusaha mengklarifikasi, tetapi tidak juga direspon oleh yang bersangkutan, dan sudah pula dimintai klarifikasinya ke manajemen Trans TV seperti disampaikan dalam pertemuan sejumlah media Islam dengan elemen-elemen mahasiswa dan pemuda pekan lalu, tetapi jangankan kata maaf, bahkan pihak stasiun televisi itu menegaskan bahwa sudah dilakukan evaluasi internal dan masalahnya sudah selesai,” kata Koordinator Aksi, Dedi Hermanto dalam rilisnya kepada Kiblat.net, pada senin Malam (16/11).

Tentu, ujar Dedi, elemen-elemen dan ormas mahasiswa dan pemuda Islam sangat tidak puas dengan jawaban itu. Karenanya, lanjutnya, kami yang di antaranya dari GPII, IMM, Hima Al Washliyah dan Mahasiswa Pecinta Islam (MPI) Jakarta membuat Pernyataan Sikap pada Jumat (13/11) lalu untuk memprotes stasiun TV dan penceramah yang bersangkutan.

Dedi menambahkan, karena belum juga ada langkah untuk membuat klarifikasi dan meminta maaf kepada umat, maka elemen-elemen dan ormas mahasiswa/pemuda seperti tersebut di atas, bermaksud akan menyambangi stasiun Trans TV pada Selasa, 17 November 2015, pukul 10.30 WIB. Kami akan menggelar aksi protes dan meminta stasiun Trans TV agar mengganti yang bersangkutan dengan sosok dai atau penceramah yang lebih memiliki otoritas, berilmu dan berkompeten dalam menyampaikan nilai-nilai Islam.

“Dengan demikian umat ini benar-benar mendapatkan dakwah Islam dari sosok yang mencerahkan dan mencerdaskan, bukan yang menjadikan agama sebagai senda gurau, olok-olok, termasuk sikap dan perilaku yang yang tidak Islami, banyak mengeluarkan kata-kata dan perilaku laghwi (tidak bermanfaat), jauh dari akhlak Islam, bahkan menyesatkan” tandasnya.KIBLAT NET

Iklan
By Tyang Ndusun

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s