Waw, Pengedar Kotak Amal Jalanan Bisa Raup Omzet Rp80 juta Per Bulan


Waw, Pengedar Kotak Amal Jalanan Bisa Raup Omzet Rp80 juta Per BulanISTIQOMAH NEWS: Satgas Pelayanan Pengawasan dan Pengendalian Sosial (P3S) Sudin Sosial Jakarta Pusat mengamankan Eriyadi, 35 tahun, yang sedang mengedarkan kotak amal bertuliskan ‘infak sodakoh’. Petugas menangkap Eriyadi atas dugaan penipuan.

Kepala Seksi Rehsos Sudin Sosial Jakarta Pusat Isra mengatakan, Eriyadi ditangkap di Pasar Thamrin Tanah Abang saat sedang mengedarkan kotak amal tersebut.

“Ini aneh biasanya kotak amal itu kan untuk pembangunan masjid, pesantren, mushala, yayasan yatim piatu, penyandang disabilitas. Tapi ini hanya kotak berwarna hijau dengan tulisan ‘infak sodakoh’. Ini jelas-jelas penipuan,” kata Isra pada Kamis (3/12).

Ketika diperiksa petugas, Eriyadi mengaku sudah menjalankan pengumpulan uang ini dengan modus kotak amal sejak tahun 2001.

Eriyadi tidak sendiri, masih ada puluhan rekannya yang bekerja seperti itu. Menurut Isra, Eriyadi bersama sekitar 96 orang temannya dikendalikan seorang bos bernama Sri. Mereka pun juga diasramakan di Jalan Angke Indah I, RT11 Rw 01, Jakarta Barat.

“Dalam sehari Eriyadi bisa mendapatkan penghasilan Rp100ribu-150ribu. Jadi, Eriyadi ini harus setor ke Sri sebesar Rp30.000. Sisanya diambil untuk Eriyadi,” ujarnya. Isra meminta kepada masyarakat untuk memberikan infak dan sedekah ke lembaga-lembaga resmi.

Terkait hal tersebut, Suku Dinas Sosial (Sudin Sosial) Jakarta Pusat menyatakan bahwa bos besar dari pengedar kotak amal palsu diperkirakan memiliki omzet sebesar Rp2,8 juta per hari. Omzet itu didapat berdasarkan kalkulasi jumlah anak buah dari bos pengedar kotak amal palsu.

Kepala Seksi Rehsos Sudinsos Jakarta Pusat Isra menjelaskan, berdasar keterangan dari Eriyadi (35) pengedar kotak amal palsu bertuliskan ‘infak sodakoh’ diketahui bos besar yang mempekerjakannya bernama Sri. “Sri ini memiliki 96 orang anak buah, mereka seluruhnya tinggal dalam asrama di Jalan Angke Indah I, Jakarta Barat,” jelas Isra kepada wartawan, Kamis (3/12/2015).

“Bila dihitung 96 orang x Rp30.000 itu hasilnya Rp2,8 juta. Dalam satu hari Sri mendapatkan omzet Rp2,8 juta, kalau dihitung sebulan hasilnya tentunya fantastis bisa mencapai lebih dari Rp80 juta,” ujarnya.

Isra menuturkan, di Jakarta banyak sekali orang-orang tak bertanggungjawab mencari uang dengan cara tak lazim seperti menjadi pengemis atau sebagainya. Oleh karena itu, Isra meminta warga Jakarta yang ingi bersedekah sebaiknya ke lembaga resmi.KIBLAT NET

 

By Tyang Ndusun

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s