Ini Tanggapan Muzakarah Ulama atas Kekalahan Calon Walikota Muslim di Solo


Ini Tanggapan Muzakarah Ulama atas Kekalahan Calon Walikota Muslim di SoloISTIQOMAH NEWS: Dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak yang digelar pada 9 Desember lalu, salahsatu calon pasangan walikota Muslim di Kota Solo dikalahkan oleh calon pasangan non-Muslim.

Menanggapi hal itu, Presidium Muzakarah Ulama, Buya Al-Habib Abu Bakar Al-Habsyi menilai salah satu sebab kekalahan calon pasangan walikota Muslim karena gerakan Islam kurang bersinergi dalam pertarungan kepala daerah.

Selain itu, ada sejumlah elemen sekte Syiah yang secara terbuka memberikan dukungan bagi calon pasangan walikota non-Muslim. Hal itu disinyalir turut berkontribusi menambah suara pasangan non-Muslim.

“Ada tokoh-tokoh dari kalangan Syiah, meski tidak banyak terang-terangan mendukung calon non-Muslim,” katanya saat wawancara dalam Muzakarah Ulama di masjid Al Ittihad, Tebet, Jakarta Selatan, Kamis (10/12).

Lebih dari itu, ada juga dari kalangan habib dengan alasan dengan ingin mendakwahi calon Kepala Daerah Non-Muslim agar tertarik kepada Islam. Kemudian, habib itu menggelar tabligh akbar besar-besaran dengan mengundang calon kepala daerah non-Muslim. Padahal, habib itu memiliki pengikut yang banyak.

“Ini yang kita sesalkan, menjadi salah satu sebab,” terang Buya Abu Bakar yang juga Ketua Aliansi Nasional Anti Syiah (ANNAS) Jakarta itu

Kendati demikian, pimpinan Taruna Muslim, Alfian Tanjung melihat ada peningkatan kesadaran berpolitik para aktifis dan kelompok Islam di Solo.

Menurut pantauan langsung Alfian di Solo, polling yang dilakukan dua minggu sebelum pilkada calon kepala daerah Muslim memiliki 20 persen suara berbanding 57 persen dari pasangan Non-Muslim. Namun, ketika dilakukan pemilihan pasangan Muslim mendapat 39,67 Persen suara.

“Betul tidak menang, tapi ada pergeseran 19 persen suara. Saya rasa kerja teman-teman perlu diapresiasi,” tukasnya.

Sekali lagi Alfian menegaskan, dalam memenangkan pasangan Muslim di Solo memang masih membutuhkan kerja yang lebih serius. Tetapi, di Solo ada progress perjuangan yang berarti. Hanya saja, ada sedikit kekurangan pada sisi figur calon Walikota.

“Hambatannya ada di calonnya, yang tidak ‘nendang’ dalam perspektif gerakan Islam,” pungkasnya.

Menurut Alfian, di Solo elemen kelompok-kelompok Islam sudah bekerja dengan maksimal dalam pertarungan politik pada Pilkada lalu.(KIBLAT NET)

Iklan
By Tyang Ndusun

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s