Kesaksian Relawan: Ribuan Milisi Syiah Hizbullah dan Ranjau Kelilingi Madaya


Kesaksian Relawan: Ribuan Milisi Syiah Hizbullah dan Ranjau Kelilingi MadayaISTIQOMAH NEWS: Relawan Suriah Abdullah Burhan yang ikut mendistribusikan bantuan ke Madaya menceritakan pengalamannya memasuki kota yang dikepung selama tujuh bulan itu. Ia mengungkapkan bahwa kota yang berada di pedesaan Damaskus itu dikelilingi puluhan ribu milisi Syiah Hizbullah dan militer Suriah. Tidak hanya itu, mereka juga memasang sebanyak delapan ribu bom dan ranjau untuk menghadang warga melarikan diri.

Burhan mengisahkan dalam sambungan telepon dengan kantor berita Anadolu Agency yang dinukil  Al-Jazeera, Selasa (12/01), warga sipil Madaya hidup dalam tragedi kemanusiaan akibat tersebut. Seandainya tidak ada lembaga yang memeberikan bantuan, lanjutnya, mereka dalam kelaparan dan terancam mati.

Dia menambahkan, pemerintah Assad telah “memenjara” sebanyak 40 ribu orang di bawah blokade mencekik di Madaya. Akses masuk makanan dan obat-obatan dilarang. Listrik mati semenjak tujuh bulan lalu. Kota pun gelap gulita ketika malam menjelang.

“Setiap harinya sekitar 70 orang pingsan karena kelaparan”, ungkapnya.

Burhan melanjutkan, Milisi Syiah Hizbullah memanfaatkan krisis kemanusiaan yang diciptakannya itu untuk meraup keuntungan. Mereka menjual kebutuhan pokok yang jauh di atas harga umumnya.

“Satu kilo beras di Madaya dihargai $300 . Satu kotak susu bayi formula dijual $400. Sedangkan penduduk Madaya sendiri tidak memmiliki apapun untuk membeli kebutuhan itu,” ungkapnya.

Tidak cukup sampai di itu, Burhan menunjukkan ancaman lain menghantui warga Madaya yang mencoba melarikan diri dari blokade. Mereka harus menghadapi ribuan bom dan ranjau darat yang ditebar rezim dan milisi Syiah Hizbullah di sekeliling kota.

“Bukan hanya kelaparan saja. Tetapi juga bahaya ranjau darat . Jika tidak mati karena kelaparan, mereka mati karena ledakan ranjau,” jelasnya.

“Milisi Hizbullah dan pasukan rezim Suriah telah menanam ranjau di sekeliling kota. Mereka membunuh semua orang yang mencoba melarikan diri. Pekan lalu tiga pria dan satu wanita hamil tewas dibunuh,” lanjutnya.

Madaya telah dikepung selama tujuh bulan. Blokade ini memaksa warga sipil Madaya untuk memakan dedaunan, mengais makanan di tempat sampah. Hal itu terpaksa dilakukan setelah Rezim dan Hizbullah menutup semua akses berbagai jenis bantuan kemanusian untuk mereka selama hampir 7 bulan. Aktivis Suriah ini juga mengatakan bahwa PBB telah meminta Rezim Assad dan milisi Hizbullah mengangkat blokade di daerah tersebut.

Sumber: Al-Jazeera,KIBLAT NET

By Tyang Ndusun

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s