Gencatan Senjata 48 Jam Untuk Aleppo, Kekerasan Menurun


Gencatan Senjata 48 Jam Untuk Aleppo, Kekerasan MenurunISTIQOMAH NEWS: Para pejabat AS mengumumkan telah mencapai kesepakatan dengan Rusia untuk memperpanjang gencatan senjata di kota utara Suriah yang sangat diperebutkan itu. Namun Militer Suriah mengatakan gencatan senjata akan berlangsung hanya 48 jam. Kesepakatan itu dicapai Selasa malam dan mulai berlaku jam 00.01 atau Rabu jam 07.00 pagi waktu Damaskus, kata Menteri Luar Negeri John Kerry.

Pemulihan gencatan senjata parsial itu bertujuan untuk mengantarkan bantuan bagi warga di kedua sisi yang terisolasi, meskipun kekerasan sporadis masih berlanjut di Aleppo pada Rabu kemarin, menyusul kesepakatan tersebut. Namun ada penurunan menurut Kerry.

Sejak gencatan senjata dimulai, “kita telah melihat penurunan secara keseluruhan dalam kekerasan … meskipun ada beberapa laporan pertempuran berlanjut di beberapa lokasi, yang tidak mengejutkan kita karena hanya mulai berlaku satu menit setelah tengah malam,” ungkapnya.

Namun pembaruan gencatan senjata itu hanya berlaku 48 jam. Militer Suriah mengatakan gencatan senjata itu tidak akan berpengaruh sampai Kamis 12:01.

Kekuatan oposisi di Aleppo tidak segera bereaksi terhadap berita pembaruan itu. Perlu dicatat bahwa penghentian permusuhan tidak berlaku untuk kelompok Daulah Islam (ISIS) dan Jabhah Nusrah, afiliasi Al-Qaidah di Suriah.

Hal itu berpengaruh pada efektivitas gencatan senjata. Dalam beberapa pertempuran di Aleppo dan di tempat lain, Jabhah Nusrah bekerja sama dengan kelompok-kelompok lain, sehingga sulit untuk menentukan apakah serangan rezim Suriah atau Rusia terhadap mereka merupakan pelanggaran. Dinamika ini dapat menyebabkan gencatan senjata rapuh kembali, terutama karena tidak ada mekanisme yang jelas untuk kontrol atau akuntabilitas.

Aleppo porak poranda setelah dua minggu serangan tanpa henti. Hampir 300 orang tewas selama serentetan serangan terakhir. Rumah sakit hancur dan membawa Aleppo ke ambang bencana kemanusiaan. Tidak ada pertanda apakah upaya baru akan dilakukan atau untuk berapa lama setelah pembaruan gencatan senjata itu.

Selama dua minggu terakhir, rumah sakit dan daerah-daerah sipil di kota berada di bawah serangan pesawat tempur rezim Basyar Assad. Kepala Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia yang berbasis di Inggris, Rami Abdurrahman, menggambarkan bentrokan terakhir ini merupakan yang terburuk selama setahun terakhir di Aleppo.KIBLAT NET

Iklan
By Tyang Ndusun

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s