ISTIQOMAH NEWS: Auditorium Kantor Kementerian Pertanian, Jakarta Selatan, menjadi tempat sidang lanjutan kasus dugaan penistaan agama dengan terdakawa Gubernur DKI Jakarta non-aktif Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, Selasa (3/1/2017).

Baca lebih lanjut

Iklan
By Tyang Ndusun

PP Pemuda Muhammadiyah Jadi Penjamin Penangguhan Penahanan Ranu

ISTIQOMAH NEWS: Kasus perusakan Social Kitchen telah menyeret seorang jurnalis yang sedang meliput. Sampai hari ini, Senin (26/12) Ranu Muda, seorang jurnalis panjimas masih ditahan di Polda Jawa Tengah. Ranu hari Rabu kemarin dijemput paksa oleh aparat di rumahnya Grogol, Sukoharjo. Ranu dituduh ikut dalam perusakan Social Kitchen. Baca lebih lanjut

By Tyang Ndusun

Astaghfirullah! Istri Aktivis Islam Ini Tengah Tak Berhijab, Tapi Polisi Tetap Paksa Masuk ke Rumah Humas Laskar Umat Islam Solo (LUIS)

Astaghfirullah! Istri Aktivis Islam Ini Tengah Tak Berhijab, Tapi Polisi Tetap Paksa Masuk ke Rumah Humas Laskar Umat Islam Solo (LUIS)
ISTIQOMAH NEWS: Foto Humas Laskar Umat Islam Solo (LuIS) Endro Sudarsono : Panjimas

Humas Laskar Umat Islam Solo (LuIS) Endro Sudarsono ditangkap paksa Ditreskrim Polda Jawa Tengah, Selasa (10/12/2016).

Penangkapan diduga terkait dengan aktivitas nahi munkar di tempat maksiat Sosial Kitchen, Solo, Ahad (18/12/2016) kemarin.

Istri dari Endro Sudarsono, Erma Sri Harjani (35) menunturkan, penangkapan suaminya dilakukan Selasa (20/12/2016) dini hari sekitar pukul 02.00 WIB. Bahkan penangkapan suaminya penuh pengawalan ketat layaknya penangkapan teroris.

Ia mendengar polisi memaksa suaminya untuk menandatangai surat penangkapan yang disodorkan. Bakan saat meminta ijin untuk ganti baju dan ke toilet suaminya mendapat pengamanan polisi bersenjata lengkap.

“Saya dengar ada yang bentak suami saya, bilang  ‘tanda tangan, tanda tangan’. Sepertinya Pak Endro dipaksa menandatangai surat penangkapannya,” katanya, Selasa (20/12/2016).

Erma menambahkan, polisi menyodorkan surat penangkapan No Pol Sp Kap/199/XII/2016/Ditreskrimum. Dalam surat tersebut  Endro Sudarsono ditangkap karena melakukan pelanggaran pasal 170 KUHP dan atau pasal 351 ayat 1 dan atau pasal 169 KUHP jo pasal 55 KUHP atau pasal 56 KUHP tentang tindakan kekerasan di muka umum dan penganiayaan.
Padahal Endro dikenal sebagai tokoh LUIS yang mempertimbangkan aspek hukum dalam menjalankan aksi nahi munkar.

Bahkan tidak pernah melakukan pengrusakan terlebih kekerasan.  Erma menambahkan usai membawa suaminya, polisi kembali. Polisi miminta handphone yang biasa digunakan Endro untuk berkomunikasi dan chatting.

Erma sangat kecewa dengan penangkapan paksa yang dilakukan Ditreskrim Polda Jateng. Pasalnya penangkapan tersebut turun menginjak-injak harga dirinya sebagai seorang muslimah.
Tak hanya itu penangkapan dengan  menerjunkan petugas bersenjata lengkap juga membuat anaknya ketakutan dan trauma. Erma menuturkan saat Endro minta ijin ganti baju dan buang air kecil, selalu diikuti polisi bersenjata lengkap.

Kondisi itu membuat dia dan anaknya terganggu dan rewel. Erma sempat meminta polisi menunggu diluar karena dirinya terbuka auratnya.

“Itu saya sedang tidak berhijab, tapi polisi nekat masuk. Saya sudah sudah teriak-teriak supaya mereka diluar saja, karena anak saya ketakutan,” tandasnya.
Selain menangkap Humas LUIS  polisi juga menangkap tokoh LUIS yang lainnya. Sejumlah tokoh tersebut  antara lain ustadz Yusuf Suparno dan Ustadz Edi Lukito.

Sebagai informasi, LUIS merupakan Laskar Islam yang aktif membasmi kemaksiatan dan tidak pernah melakukan pengrusakan bahkan tindak kekerasan.

Jika telah mendapati sejumlah bukti-bukti kemaksiatan, bahkan melanggar Perda maupun KUHP LUIS langsung berkordinasi dengan pihak kepolisian setempat dan Satpol PP agar dapat diproses sesuai aturan yang berlaku. * [Aan/Syaf/voa-islam.com]

Baca lebih lanjut

By Tyang Ndusun

Ahok Kembali Dipolisikan Karena Dalam Sidang Perdana Sebut Ada Ayat Yang Digunakan Untuk Memecah Belah Rakyat

ISTIQOMAH NEWS: Ketua Advokat Cinta Tanah Air (ACTA) Habiburokhman akan melaporkan kembali Gubernur DKI Jakarta non aktif Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok ke polisi. Habiburokhman kembali ingin mempolisikan Ahok karena dalam nota keberatan atau eksepsi di persidangan membawa ayat suci Alquran. Baca lebih lanjut

By Tyang Ndusun

Ahok Berdusta Sebut Jenderal Jusuf Saudara Kandung Ayah Angkatnya

Gubernur DKI Jakarta nonaktif Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok menjalani sidang perdana kasus dugaan penistaan agama di PN Jakarta Utara, Selasa (13/12). ISTIQOMAH NEWS: Penyataan-pernyataan yang disampaikan terdakwa kasus dugaan penistaan agama Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok saat sidang perdananya yang berlangsung Selasa (13/15) lalu mengundang reaksi berbagai pihak. Salah satunya yang ramai dibicarakan adalah saat Ahok dengan terbata-bata menyampaikan jika dia memililiki saudara angkat dan ayah angkat dari keluarga Muslim bernama Andi Baso Amir. Baca lebih lanjut

By Tyang Ndusun

Pelapor Ahok tak Bisa Masuk, Siapa Peserta Sidang?

Pelapor kasus penistaan agama dengan tersanka Ahok, Irena Handono dan Sekretaris PP Pemuda Muhammadiyah Pedri Kasman tidak bisa memasuki ruang sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Utara.ISTIQOMAH NEWS: Pelapor Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok kecewa karena tak bisa masuk ruang sidang Pengadilan Negeri Jakarta Pusat terkait kasus penodaan agama. Pelapor tidak bisa masuk karena ruang sidang telah penuh sejak pagi tadi.

”Pertanyaannya siapa mereka yang ada di dalam. Kenapa pelapornya tidak boleh masuk. Tidak ada sama sekali,” kata Irena Handono di Jakarta, Selasa (13/12).

Ia menuturkan, peristiwa ini menjadi ujian bagi umat Islam. Ia meminta penguasa agar menempatkan hukum sebagai panglima.

Pedri Kasman, Sekretaris PP Pemuda Muhammadiyah mengaku telah datang sejak pukul 07.00 Wib. Namun, ia menyesalkan tidak boleh masuk ruang sidang, padahal posisinya sebagai pelapor.

”Kami tidak boleh masuk ke ruangan sidang. Kami melihat ada diskriminasi. Seharusnya pelapor dan terlapor ada d ruang sidang. Kami meminta pengadilan negeri dan Kapolres bertanggungjawab,” tegasnya.

Ia menyebutkan, ada 16 pelapor yang tak bisa masuk dalam ruang sidang. Padahal, seharusnya pelapor juga dihadirkan dalam sidang perdana Ahok tersebut.

”Kita lawan kesewenang-wenangan ini dengan kekuasaan Allah. Pak jaksa dan hakim dengarkan suara hati kami yang paling dalam,” ujarnya.REPUBLIKA

Baca lebih lanjut

By Tyang Ndusun