Renungan

SURAT DARI IKHWAN UNTUK AKHWAT

To : Ukhti

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarokatuh,

Ukhti, salam kenal untukmu yang sampai detik kutulis surat ini, aku belum pernah melihat dirimu apalagi mendengar suaramu.

Ukhti, teringat tentang kisah Khadijah binti Khuwailid, seorang wanita paling mulia di muka bumi ini, teladan bagi setiap istri yang menginginkan gelar “sholehah”, wanita paling utama di surga Allah, ibunda kaum muslim sampai akhir zaman, istri Rasulullah saw yang paling beliau cintai.

Beliau hanya seorang janda ketika menikah dengan Rasulullah saw, hanya seorang janda yang tidak lagi muda namun masih menyisakan kecantikan masa mudanya, hanya seorang janda yang memiliki karisma sehingga banyak pemuka Quraisy ingin menikahinya.  Namun begitu besar kemuliaannya sehingga ia menjadi satu-satunya manusia yang mendapatkan salam dari Tuhannya dan dari malaikat Jibril.

Ukhti, kemuliaan Khadijah bukan hanya karena ia adalah istri Rasulullah saw, bukan hanya karena ia adalah bangsawan, bukan hanya karena ia adalah seorang kaya raya.  Tapi kemuliaan Khadijah adalah karena ia mencintai Rasulullah saw.  Karena ia beriman pada Rasulullah saw ketika yang lainnya tidak, ia memberikan hartanya pada Rasulullah saw ketika yang lainnya memboikot Rasulullah saw, ia membenarkan Rasulullah saw ketika yang lainnya mendustakan Rasulullah saw, ia teguh di sisi Rasulullah saw ketika yang lainnya meninggalkan Rasulullah saw, ia mencintai Rasulullah saw sebagai seorang istri.  Begitu bahagianya Rasulullah saw menjadi suaminya, hingga Rasulullah saw tidak menikah sewaktu ia masih hidup, bahkan sampai Rasulullah saw wafat beliau tetap mencintainya, dan hanya dari rahimnya yang suci Allah memberikan keturunan pada Rasulullah saw.  Dari rahimnya lahir Fatimah binti Muhammad, wanita paling mulia di zamannya, wanita yang harus diteladani oleh seluruh wanita di muka bumi karena kesetiaannya pada suaminya.

Ukhti, rasanya tidak perlu menguntai kata begitu panjang untuk bercerita tentang Khadijah binti Khuwailid.  Toh, tinta emas pun tidak sanggup untuk menorehkan kemuliaannya.  Bahkan bidadari surga pun sangat cemburu padanya.

Ukhti, wanita sholehah bukanlah wanita biasa yang hidup dengan biasa pula.  Wanita sholehah bukanlah wanita tanpa alpa dan dosa.  Wanita sholehah juga bukanlah wanita sempurna. Wanita sholehah adalah seorang istri yang patuh taat pada suaminya.  Jika dipandang ia menentramkan hati, diberi perintah ia kerjakan sepenuh hati, ia menjaga harga dirinya dengan menutup auratnya, ia tidak memasukkan orang yang tidak disukai suaminya dalam rumah mereka, ia tidak berdua-duaan dengan pria lain, ia tidak mengeluh dengan kekurangan mereka, ia setia meski hidup dalam kesusahan.  Wanita sholehah adalah wanita yang mampu membuat para bidadari surga cemburu padanya.

Bidadari surga? Siapa yang tidak tahu? Bidadari surga, tubuhnya tidak pernah disentuh oleh pria selain suaminya, wajahnya sangat rupawan, sangat setia pada suami-suami mereka, bidadari surga duduk di atas dipan-dipan bertahtakan permata.  Bidadari surga, jika ia mengintip ke dunia, niscaya seluruh dunia akan dipenuhi wanginya.  Bidadari surga, penghuni-penghuni surga, istri para sholihin.

Tapi bukankah Rasulullah saw mengatakan, “wanita dunia lebih utama dari bidadari surga”, karena sholatnya, puasanya, zakatnya, sedekahnya…, karena ketaatan pada suaminya…

Ukhti, engkau bukanlah wanita yang utama seperti Khadijah atau Fatimah, dan suamimu pun bukanlah orang semulia Rasulullah saw.

Tapi, jadilah wanita akhir zaman yang berusaha menjadi sholehah…

Agar bidadari surga cemburu padamu…

Dia, wanita beriman pada Allah

Dia istiqomah, berbungkus busana muslimah,

Dia khusyuk, dan jauhkan bermegah-megah

Dia ramah, penjaga amanah,

Dia hiasan dunia paling indah

Dia wanita nan tengah dinanti-nanti surga

Dialah WANITA SHOLEHAH
Sebuah Surat: UNTUK CALON SUAMIKU KELAK (Untuk Para Ikhwan)


Assalamualaikum kanda yang kuimpikan,
Bagaimana kabarmu hari ini? Sudahkah kau basuh wajahmu dengan sucinya air wudhu, yang membuat wajah bersahayamu diliputi cahaya? Sudahkah malam tadi kau habiskan sepertiganya dengan bermunajat kepada-Nya? Sudahkah kau bulatkan azzam-mu untuk istiqamah melangkah di jalan-Nya?
Kanda…
Tegakkan bahumu, sempurnakan semangatmu, penuhi dadamu dengan nama-Nya, jemputlah rezekimu dengan sungguh-sungguh. Aku mengantarkanmu dengan selempang doa yang tersampir di bahu angin. Semoga hari ini Allah melimpahkan keberkahan di setiap tarikan nafasmu. Penuhilah pundi-pundi amalmu dengan kebaikan, jangan sisakan sedikit pun waktumu dalam kesia-siaan.
Malam nanti, aku kembali menunggumu dalam hening doa-doaku. Sandarkan hatimu pada-Nya, agar Dia memberimu kekuatan. Semoga esok hari, kau tak lagi ragu untuk segera menjemputku, menemani hari-harimu.
Siapa pun engkau, di mana pun berada, semoga Allah menjagamu, hingga tiba waktunya perjuangan panjangmu tak lagi sendiri. Maka, kukuhkanlah kembali semangatmu. Semoga esok hari, kau tak lagi ragu untuk hadir menjemputku.
Ya Allah, jika aku jatuh cinta, cintakanlah aku pada seseorang yang melabuhkan cintanya pada-Mu, agar bertambah kekuatanku untuk mencintai-Mu.
Ya Allah, jika aku jatuh hati, izinkanlah aku menyentuh hati seseorang yang hatinya tertaut pada-Mu, agar tidak terjatuh aku dalam jurang cinta semu.
Ya Allah, jika aku menikmati cinta kekasih-Mu, janganlah kenikmatan itu melebihi kenikmatan indahnya bermunajat di sepertiga malam terakhirmu.
Ya Allah, jika Kau halalkan aku merindui kekasih-Mu, jangan biarkan aku melampaui batas sehingga melupakan aku pada cinta hakiki dan rindu abadi hanya pada-Mu.

UNTUKMU PARA WANITA MUSLIMAH:

Wahai saudari muslimah siapakah yg menyuruhmu untuk berjilbab ? untukmu ukhty muslimah kemana akan kau bawa dirimu, kepada gemerlapnya dunia , kemilaunya harta , atau kepada ketampanan seorng pria walaupun kau harus membuka hijabmu untuk mendapatkan semua yang kau inginkan maka kehinaan akan kau dapatkan . Wahai saudari muslimah siapakah yg menyuruhmu untuk berhijab ? untukmu ukhty muslimah kemana akan kau bawa dirimu ? kepada kemulyaan jiwa , kepada keridhoan sang pencipta atau mulyannya menjadi bidadari surga . walaupun hinaan dan cacian yang harus kau terima . demi untuk menjaga hijab yang telah di syariatkan agama , maka kebahagiaan yang akan kau dapatkan . katakan tidak pada gemerlapnya dunia jika hijabmu harus terlepas karnanya , katakan tidak pada kemilauan harta jika hijabmu harus menjadi tebusannya , karna hijabmu adalah benteng kemulyaan dirimu . Bahwasanya yang menyuruh untuk berjilbab , yang menyuruh untuk berbusana muslimah , yang menyuruh Allah dan RosulNYa , dan konsekuensi kita sebagai seorang musim atau sebagai seorng muslimah wajib kita untuk ta’at kepada Allah ta’ala , karna Allah yang menciptakan kita , Allah yang memberikan rizki kepda kita , Allah yang memberikan segalanya kepda kita , Al quran memerintahkan kita untk berjilbab , Allah yang menciptakan kita yang menyuruh untk berjilbab ………… ( ust yazid , radio rojda )

KASIH SAYANG IBU

Cinta…

Adakah manusia yang mengaku dirinya bukan seorang pecinta?

Bagai pujangga mereka menebarkan kata-kata indah

Namun…

Sesungguhnya cinta yang indah adalah cinta pertama

Tak lapuk sepanjang masa, indah terpatri di jiwa

Lunglai…

Tubuhnya terkulai lemah dengan sisa butiran keringat yang masih tampak berkilauan di dahinya. Perjuangan hidup mati yang menggadaikan jiwa baru saja usai. Semburat pucat di wajah pun perlahan lenyap. Namun ia tersenyum, lalu bibirnya melafadzkan hamdalah.

Tak lama, sosok mungil itu ada di dalam dekapan. Dipeluknya dengan segenap kehangatan kasih sayang, padahal dirinya sendiri masih tampak lelah. Terlihat matanya berbinar-binar senang seraya tak henti-hentinya menyapa buah hati tercinta. Tetes air bening pun mengalir dari sudut mata, air mata bahagia.

Bagai melepas kerinduan yang teramat dalam, pipi yang masih kemerah-merahan itu dicium dengan lembut dan kepalanya dibelai dengan manja. Yang dirindukan pun sedikit menggeliat.

Subhanallah, betapa indahnya ciptaan-Mu, ya Allah.

Mata kecilnya memang belum bisa melihat dengan sempurna, namun nalurinya berkata, dirinya berada di tangan seseorang yang sangat mencintainya.

Elusan lembut dan sapaan yang sering terdengar saat masih di dalam rahim, kini dapat dirasakan. Aura cinta pun memancar dari kedalaman hati seorang ibunda, menyelimuti sang buah hati yang baru saja menyapa dunia dengan lengkingan tangisannya.

Indah, bahkan teramat indah…

Cinta ibunda memang cinta yang paling indah. Cinta itu selalu ada di sisi mereka, dan tiada pernah ragu untuk dilimpahkannya. Mereka-lah yang tak pernah kenal lelah menjaga dan membesarkan kita semua. Bahkan ketika kita belum mengenal sepatah kata, ibunda jua yang mengajarkan tentang makna kasih sayang dan cinta.

Adakah cinta yang dapat menyaingi cinta seorang ibunda?

Betapa dengan kasihnya, masa kehamilan dilewati dengan keikhlasan dan kesabaran. Perasaan mual, pusing, ditambah dengan membawa beban di perutnya yang semakin hari semakin berat, hingga saat antara hidup dan mati ketika melahirkan, tak akan dapat tergantikan oleh cinta-cinta lain yang penuh dengan kepalsuan.

Aaah…

Rasanya kita semua pernah mengalami jatuh cinta. Dan cinta pertama itu selalu terhatur pada seseorang yang selalu berada di samping kita, tempat curahan suka dan duka. Ketika lapar, dengan tangannya ia menyuapkan makanan, diberikannya air susu dengan tulus saat kita haus, hingga diajarkannya berakhlak mulia bagaikan Rasululllah Sallallaahu Alayhi Wasallam, uswatun hasanah.

Ibunda memang bukan hanya madrasah pertama bagi anak-anaknya, tapi mereka-lah cinta pertama kita.

Dan apakah ada cinta yang paling indah daripada cinta pertama?

(tazkiyah An nafs)

sebuah perenungan

* KISAH DI MEJA MAKAN (berbaktilah kpd Orangtua) * Suatu ketika, ada seorang kakek yang harus tinggal dengan anaknya. Selain itu, tinggal pula menantu, dan anak mereka yang berusia 6 tahun. Tangan orangtua ini begitu rapuh, dan sering bergerak tak menentu. Penglihatannya buram, dan cara berjalannya pun ringkih. Keluarga itu biasa makan bersama di ruang makan. Namun, sang orangtua yang pikun ini sering mengacaukan segalanya. Tangannya yang bergetar dan mata yang rabun, membuatnya susah untuk menyantap makanan. Sendok dan garpu kerap jatuh kebawah. Saat si kakek meraih gelas, segera saja susu itu tumpah membasahi taplak. Anak dan menantunya pun menjadi gusar. Mereka merasa direpotkan dengan semua ini. “Kita harus lakukan sesuatu,” ujar sang suami. “Huh.. aku sudah bosan membereskan semuanya untuk pak tua ini.” Lalu, kedua suami-istri ini pun membuatkan sebuah meja kecil di sudut ruangan. Di sana, sang kakek akan duduk untuk makan sendirian, disaat semuanya menyantap makanan. Karena sering memecahkan piring, keduanya juga memberikan mangkuk kayu untuk si kakek. Sering saat keluarga itu sibuk dengan makan malam mereka, terdengar isak sedih dari sudut ruangan. Ada air mata yang tampak mengalir dari gurat keriput si kakek. Meski tak ada gugatan apapun darinya. Tiap kali nasi yang dia suap, selalu ditetesi air mata yang jatuh dari sisi pipinya. Namun, kata-kata yang keluar dari suami-istri ini selalu omelan agar ia tak menjatuhkan makanan lagi. Anak mereka yang berusia 6 tahun hanya memandangi semua dalam diam. Suatu malam, sebelum tidur, sang ayah memperhatikan anaknya yang sedang memainkan mainan kayu. Dengan lembut ditanyalah anak itu. “Kamu sedang membuat apa anakku sayang?”. Anaknya pun menjawab, “Aku sedang membuat meja kayu dan mangkok buat ayah dan ibu, untuk makan, saatku besar nanti. Nanti, akan kuletakkan di sudut itu, dekat tempat kakek biasa makan.” Anak itu tersenyum dan melanjutkan pekerjaannya. Jawaban itu membuat kedua orangtuanya begitu sedih dan terpukul. Mereka tak mampu berkata-kata lagi. Lalu, airmata pun mulai bergulir dari kedua pipi mereka. Walau tak ada kata-kata yang terucap, kedua orangtua ini mengerti, bahwa ada sesuatu yang harus diperbaiki.Ingatlah suatu saat kita juga akan menjadi orang tua,perlakuan kita kepada orang tua kita saat  ini akan sama dengan perlakuan anak kita kepada kita di suatu saat nanti.

Terima kasih ayah

CINTA AYAH TERHADAP ANAK

Nak….., menjadi ayah itu indah dan mulia, dengan itu aku bangga. Besar kecemasanku menanti kelahiranmu dulu belum hilang hingga saat ini. Kecemasan yang besar dan indah itu karena didasari sebuah cinta. Meskipun demikian, ketahuilah, menjadi ayah itu berat dan sulit. Tapi ku akui, betapa sepanjang masa kehadiranmu disisiku, aku seperti menemui makna keberadaanku dan tugas kebapakanku terhadapmu. Sepanjang masa keberadaanmu adalah suatu masa terindah dan paling aku banggakan dihadapan siapapun. Bahkan dihadapan Allah sekalipun aku membanggakanmu ketika aku duduk berduaan denganmu dihadapanNya, hingga saat usia senja menanti.

Nak…. ., saat pertama engkau hadir, kucium dan kupeluk engkau sebagai buah cintaku dan cinta ibumu. Sebagai bukti dan pengikat bahwa aku dan ibumu tak akan pernah terpisahkan oleh apapun dan siapapun. Tapi…., seiring waktu berjalan, ketika engkau tumbuh besar dan telah pula pandai bicara, ketika engkau telah mampu membantah suruhanku dengan kata “GA’ MAU” tersentak didadaku…! Hingga membuat diriku tersadarkan siapa engkau sesungguhnya…… Engkau ternyata bukan milikku, bukan pula milik istriku, ibumu, engkau adalah milik Allah yang dititipkan kepadaku. Dari itu tak ada hakku menuntut pengabdian darimu. Karena pengabdian sesungguhnya hanya patut untukNya.

Sejak saat itu, satu-satunya usahaku adalah mendekatkanmu kepada pemilikmu yang sebenarnya. Tugasku bukanlah membuatmu dikagumi orang lain, tapi tugasku sebenarnya adalah membuatmu dicintai Allah, untuk itu aku harus mendekatkanmu kepadaNya….. Inilah usaha terberatku, karena disitu artinya aku harus terlebih dahulu memberikan contoh kepadamu bagaimana mendekatkan diri denganNya. Keinginanku harus sesuai dengan keinginanNya Sang Pemilikmu agar perjalananku untuk mendekatkanmu kepadaNya tak lagi terlalu sulit.

Kemudian, kitapun memulai perjalanan itu berdua bergandengan dengan ibumu, tak pernah engkau kami biarkan tersandung kerikil tajam, terperosok kelembah hitam. Kugenggam jemarimu kupeluk jiwamu, agar dapat kau rasakan hangatnya perjalanan rohani ini. Saat engkau mengeluh letih berjalan, kutarik engkau dengan belaian sayang karena kita memang tak boleh berhenti. Perjalanan mendekat denganNya tak kenal letih tak kenal berhenti. Berhenti berarti mati mata hati. Inilah kata-kataku……. Acap kali kubelai kupeluk dan kuusap air matamu ketika engkau hampir putus asa.

Akhirnya nak….., kalau nanti…… , ketika semua manusia dikumpulkan dihadapanNya di padang mahsyar, kudapati jarakku amat jauh dariNya, aku ikhlas, aku rela dan aku ridho, karena seperti itulah aku di dunia. Tapi kalau boleh aku berharap…… aku ingin melihatmu disaat itu engkau berada dalam pelukanNya dekat sekali dengan Kasih dan CintaNya.

Bangga aku, aku bangga, karena itulah bukti bahwa engkau yang dititipkan kepadaku telah dapat pula aku kembalikan kepada PemilikNya Allah Rabbul ‘Alamin.

MALAM PERTAMA DI ALAM KUBUR

HARI ITU PASTI AKAN DATANG WAHAI SAUDARAKU

Abul-Laits meriwayatkan dengan sanadnya dari Albaraa’ bin Aazib r.a. berkata: “Kami bersama Nabi Muhammad s.a.w keluar menghantar jenazah seorang sahabat Anshar, maka ketika sampai kekubur dan belum dimasukkan dalam lahad, Nabi Muhammad s.a.w duduk dan kami duduk disekitarnya diam menundukkan kepala bagaikan ada burung diatas kepala kami, sedang Nabi Muhammad s.a.w mengorek-ngorek dengan dahan yang ada ditangannya, kemudian ia mengangkat kepala sambil bersabda: “Berlindunglah kamu kepada Allah dari siksaan kubur.”. Nabi Muhammad s.a.w mengulangi sebanyak 3 kali.” Lalu Nabi Muhammad s.a.w bersabda:

“Sesungguhnya seorang mukmin jika akan meninggal dunia dan menghadapi akhirat (akan mati), turun padanya malaikat yang putih-putih wajahnya bagaikan matahari, membawa kafan dari syurga, maka duduk didepannya sejauh pandangan mata mengelilinginya, kemudian datang malaikulmaut dan duduk didekat kepalanya dan memanggil: “Wahai roh yang tenang baik, keluarlah menuju pengampunan Allah dan ridhaNya.”

Nabi Muhammad s.a.w bersabda lagi: “Maka keluarlah rohnya mengalir bagaikan titisan dari mulut kendi tempat air, maka langsung diterima dan langsung dimasukkan dalam kafan dan dibawa keluar semerbak harum bagaikan kasturi yang terharum diatasbumi, lalu dibawa naik, maka tidak melalui rombongan malaikat melainkan ditanya: “Roh siapakah yang harum ini?” Dijawab: “Roh fulan bin fulan sehingga sampai kelangit, dan disana dibukakan pintu langit dan disambut oleh penduduknya dan pada tiap-tiap langit dihantar oleh Malaikat Muqarrbun, dibawa naik kelangit yang atas hingga sampai kelangit ketujuh, maka Allah berfirman: “Catatlah suratnya di illiyyin. Kemudian dikembalikan ia kebumi, sebab daripadanya Kami jadikan, dan didalamnya Aku kembalikan dan daripadanya pula akan Aku keluarkan pada saatnya.” Maka kembalilah roh kejasad dalam kubur, kemudian datang kepadanya dua Malaikat untuk bertanya: “Siapa Tuhanmu?” Maka dijawab: Allah Tuhanku. Lalu ditanya: “Apakah agamamu?” Maka dijawab: “Agamaku Islam” Ditanya lagi: “Bagaimana pendapatmu terhadap orang yang diutuskan ditengah-tengah kamu?” Dijawab: “Dia utusan Allah”. Lalu ditanya: “Bagaimanakah kamu mengetahui itu?” Maka dijawab: “Saya membaca kitab Allah lalu percaya dan membenarkannya” Maka terdengar suara: “Benar hambaku, maka berikan padanya hamparan dari syurga serta pakaian syurga dan bukakan untuknya pintu yang menuju kesyurga, supaya ia mendapat bau syurga dan hawa syurga, lalu luaskan kuburnya sepanjang pandangan mata.” Kemudian datang kepadanya seorang yang bagus wajahnya dan harum baunya sambil berkata: “Terimalah khabar gembira, ini saat yang telah dijanjikan Allah kepadamu.” Lalu bertanya: “Siapakah kau?” Jawabnya: “Saya amalmu yang baik.” Lalu ia berkata: Ya Tuhan, segerakan hari kiamat supaya segera saya bertemu dengan keluargaku dan kawan-kawanku.

Nabi Muhammad s.a.w bersabda: “Adapun hamba yang kafir, jika akan meninggal dunia dan menghadapi akihirat, maka turun kepadanya Malaikat dari langit yang hitam mukanya dengan pakaian hitam, lalu duduk dimukanya sepanjang pandangan mata, kemudian datang Malaikulmaut dan duduk disamping kepalanya lalu berkata: “Hai roh yang jahat, keluarlah menuju murka Allah.” Maka tersebar disemua anggota badannya, maka dicabut rohnya bagaikan mencabut besi dari bulu yang basah, maka terputus semua urat dan ototnya, lalu diterima akan dimasukkan dalam kain hitam, dan dibawa dengan bau yang sangat busuk bagaikan bangkai, dan dibawa naik, maka tidak melalui malaikat melainkan ditanya: “Roh siapakah yang jahat dan busuk itu?” Dijawab: “Roh fulan bin fulan.” dengan sebutan yang amat jelek sehingga sampai dilangit dunia, maka minta dibuka, tetapi tidak dibuka untuknya. Kemudian Nabi Muhammad s.a.w membaca ayat: “Laa tufattahu lahum abwabus samaa’i, wala yad khuluunal jannata hatta yalijal jamalu fisamil khiyaath.” (Yang Bermaksud) “Tidak dibukakan bagi mereka itu pintu-pintu langit dan tidak dapat masuk syurga sehingga unta dapat masuk dalam lubang jarum.”

Kemudian diperintahkan: “Tulislah orang itu dalam sijjin.” Kemudian dilemparkan rohnya itu bagitu sahaja sebagaimana ayat “Waman yusyrik billahi fakaan nama khorro minassama’i fatakh thofuhuth thairu au tahwi bihirrihu fimakaanin sahiiq.” (Yang bermaksud) “Dan siapa mempersekutukan Allah, maka bagaikan jatuh dari langit lalu disambar helang atau dilemparkan oleh angin kedalam jurang yang curam.”

Kemudian dikembalikan roh itu kedalam jasad didlam kubur, lalu didatangi oleh dua Malaikat yang mendudukkannya lalu bertanya: “”Siapa Tuhanmu?” Maka dijawab: “Saya tidak tahu”. Lalu ditanya: “Apakah agamamu?” Maka dijawab: “Saya tidak tahu” Ditanya lagi: “Bagaimana pendapatmu terhadap orang yang diutuskan ditengah-tengah kamu?” Dijawab: “Saya tidak tahu”. Lalu ditanya: “Bagaimanakah kamu mengetahui itu?” Maka dijawab: “Saya tidak tahu” Maka terdengar suara seruan dari langit: “Dusta hambaku, hamparkan untuknya dari neraka dan bukakan baginya pintu neraka, maka terasa olehnya panas hawa neraka, dan disempitkan kuburnya sehingga terhimpit dan rosak tulang-tulang rusuknya, kemudian datang kepadanya seorang yang buruk wajahnya dan busuk baunya sambil berkata: “Sambutlah hari yang sangat jelek bagimu, inilah saat yang telah diperingatkan oleh Allah kepadamu.” Lalu ia bertanya: “Siapakah kau?” Jawabnya: “Aku amalmu yang jelek.” Lalu ia berkata: “Ya tuhan, jangan percepatkan kiamat, ya Tuhan jangan percepatkan kiamat.”

Abul-Laits dengan sanadnya meriwayatkan dari Abu Hurairah r.a. berkata: “Nabi Muhammad s.a.w bersabda: “Seorang mukmin jika sakaratulmaut didatangi oleh Malaikat dengan membawa sutera yang berisi masik (kasturi) dan tangkai-tangkai bunga, lalu dicabut rohnya bagaikan mengambil rambut didalam adunan sambil dipanggil: “Ya ayyatuhannafsul muth ma’innatur ji’i ila robbiki rodhiyatan mardhiyah.” (Yang bermaksud) “Hai roh yang tenang, kembalilah kepada Tuhanmu dengan perasaan rela dan diridhoi. Kembalilah dengan rahmat dan keridhoan Allah.” Maka jika telah keluar rohnya langsung ditaruh diatas misik dan bunga-bunga itu lalu dilipat dengan sutera dan dibawa keilliyyin. Adapun orang kafir jika sakaratulmaut didatangi oelh Malaikat yang membawa kain bulu yang didalamnya ada api, maka dicabut rohnya dengan kekerasan sambil dikatakan kepadanya: “Hai roh yang jahat keluarlah menuju murka Tuhammu ketempat yang rendah hina dan siksaNya, maka bila telah keluar rohnya itu, diletakkan diatas api dan bersuara seperti sesuatu yang mendidih kemudian dilipat dan dibawa kesijjin.”

Alfaqih Abu Ja’far meriwayatkan dengan sanadnya dari Abdullah bin Umar r.a. berkata: “Seorang mukmin jika diletakkan dikubur maka diperluaskan kuburnya itu hingga 70 hasta dan ditaburkan padanya bunga-bunga dan dihamparkan sutera, dan bila ia hafal sedikit dari al-quran sukup untuk penerangannya jika tidak maka Allah s.w.t. memberikan kepadanya nur cahaya penerangan yang menyerupai penerangan matahari, dan didalam kubur bagaikan pengantin baru, jika tidur maka tidak ada yang berani membangunkan kecuali kekasihnya sendiri, maka ia bangun dari tidur itu bagaikan masih kurang masa tidurnya dan belum puas. Adapun orang kafir maka akan dipersempit kuburnya sehingga menghancurkan tulang rusuknya dan masuk kedalam perutnya lalu dikirimkan kepadanya ular segemuk leher unta, maka makan dagingnya sehingga habis dan sisa tulang semata-mata, lalu dikirim kepadanya Malaikat yang akan menyiksa iaitu yang buta tuli dan bisu dengan membawa puntung dari besi yang langsung dipukulkannya, sedang Malaikat itu tidak mendengar suara jeritannya dan tidak melihat keadaannya supaya tidak dikasihaninya, selain itu lalu dihidangkan siksa neraka itu tiap pagi dan petang.”                                                                                                                                                                                                     (TYANG NDUSUN)

Renungan

Duhai kematian, yang tidak pernah terduga dan disangka datangnya… apakah kita telah siap menyambutnya? atau kita malah berlari karena takut darinya, tapi sungguh, kita takkan pernah bisa lari darinya, secepat apapun lari kita, kitapun takkan pernah bisa bersembunyi darinya…

WAHAI DIRI…..

Disaat ia datang tuk menjemputmu ,sudah siapkah bekal yg kau cari tuk menghadap keharibaanya.

Di saat ia datang, masihkah dirimu membanggakan kemewahan dunia

Dimanakah kekayaan yang pernah kau banggakan

Dimanakah kecantikan & ketampanan yg pernah kau pamerkan

Kini tubuhmu terbujur kaku tak bisa berbuat apa2

WAHAI DIRI…..

hari itu pasti akan datang

kematian itu pasti datang

persiapkanlah tuk menyambutnya karena engkau takkan bisa lari darinya

YA ROBB

Hamba memohon padamu matikanlah hamba dalam keadaan KHUSNUL KHOTIMAH

( Tyang Ndusun)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s